Kota Porsea

Kota Indah, kota Porsea

Indahnya Sungai Asahan dengan Jembatan Porsea

Sungai Asahan yang Indah yang terletak di Kota Porsea membentang ke haluan Inalum waterdoom begitu indahnya. Objek wisata yang seakan hilang karena kurangnya perhatian pemerintah kota porsea melihat potensi yang bisa diciptakan.

Sungai Ini memisahkan dua tempat yakni parparean III berseberangan dengan Kota Porsea, dan sebelum ke kota porsea kita bisa memasuki sebuah desa yang bernama Lumban Datu, yang mengarah ke Gereja HKBP Ulubius Porsea. Di sungai ini, tampak keramba masyarakat yang berada di Depan Gereja Advent Porsea mengurangi indahnya estetika sungai asahan, dimana-mana sisi sungai ditumbuhi tanaman air yang mengganggu pemandangan. Padahal potensi sungai ini tidak ada bedanya dengan potensi sungai di Venice Italia. Oh kapankah engkau terbangun.

Jembatan hasil karya pada penjajahan belanda yang menghubungkan dua tempat karena terpisah oleh sungai Asahan tampak kurang terawat dengan catnya yang semakin hari semakin pudar. Kokohnya jembatan ini tidak dibayangi dengan indahnya tampilan luar, padahal satu-satunya harapan dari kota ini adalah pariwisata, belum ada hal mencolok yang menjadi komoditas utama dari kota ini.

Batara Parada Siahaan

<— Dalam Proses Editing Lanjutan–>

Menuju Asa, Kota Porsea yang Asri, Bersih, dan Damai

Semua orang mempunyai pandangan dan cita-cita yang sama mengenai betapa pentingnya suatu kota yang dibangun atas ilham pembaharuan dari insan-insan yang tinggal di dalamnya. Kota Porsea selayaknya menerima perlakuan dan rasa perhatian yang tulus dari semua pihak yang ada di dalamnya.

Kota Porsea, bukan sekedar kota yang tidak punya potensi sama sekali. Kota porsea terbentang sangat luas dengan potensi panen padinya yang mungkin saja bisa memenuhi kebutuhan seluruh kota jakarta, potensi lahan jagung, potensi pariwisata dan masih banyak lagi yang bahkan untuk dikatakan pun kita akan bergirang akan banyaknya kemungkinan yang bisa masih kita lakukan.

Sebenarnya apa yang tidak dimiliki Kota Porsea?.

1. Pemerintah yang tidak membuka mata

pemerintah seharusnya jeli melihat kondisi, patut melihat perjuangan, dan mengerti kondisi lapangan, kota porsea tidak akan terbangun tanpa adanya koordinasi, jembatan porsea harus dibenahi, infrastruktur harus diperhatikan, pertanian rakyat harus didukung, sejauh ini pemerintah belum punya kualitas itu, dan memang tidak pernah terlibat dalam pembangunan yang nyata.

2. Citizen Inisiative

Kota porsea kehilangan wajahnya karena masyarakatnya yang lesu dan tidak bergairah, padahal betapa besarnya potensi yang bisa digapai. Contoh kecilnya adalah sampah dimana mana, kota ini mengenaskan dari segi  kepedulian, kota porsea harus bangkit menjadi satu primadona Indonesia, namun itu tidak bisa tercapai tanpa adanya kepedulian masyarakatnya sendiri.

Hal fundamental adalah rasa kepedulianbersama atas pentingnya suatu perwujudan kota yang asri, bersih, indah, damai dan semua kategori yang akan membuat siapa saja insan yang bertamu ke kota ini menjadi betah tinggal di dalamnya. Siapa yang tidak mau kotanya diidolakan?. Kota Porsea punya potensi dan itu sangat jelas.  Penulis tidak memiliki suatu wadah yang kuat baik di sisi pemerintahan, organisasi masyarakat, dan di lapangan, namun penulis menyakini, pembaharuan bisa hadir dari suara kecil yang menyuarakan keinginan untuk berubah.

Horas

Batara Parada Siahaan

Jembatan Bersejarah, Jembatan Kota Porsea

jembatan kota porsea2

Jembatan Kota Porsea menghubungkan daerah desa parparean ke kota Porsea melewati Sungai Asahan yang airnya bersumber dari danau toba mengalir membelah kota. Anda bisa melihat sendiri bahwa kota ini penuh dengan sejarahnya salah satunya adalah jembatan di kota porsea, desa lumban datu, parparean, Siraituruk, Patuan Nagari, Lumban begu, sipitu-pitu, dan banyak desa yang akan didokumentasikan selanjutnya.

Setelah melewati jembatan ini tepat di sisi timur anda dapat melihat monumen perang yang sangat indah.

Tugu di Kota Porsea

Informasi mengenai Monumen ini tertuang dalam penuturan Prof. Dr Midian Sirait dan Prof. Dr Firman Manurung  berikut :

Pada bulan Pebruari 1942, sebanyak satu kompi (± 200 orang) pasukan Belanda telah bermarkas di gedung Sekolah Dasar (Vervolg School) Porsea, yang terletak di desa Parparean sebelah selatan kota Porsea. Pada tiang-tiang jembatan diikatkan dinamit-dinamit berukuran besar dan dihubungkan dengan kawat listrik ke suatu pusat di gedung sekolah dasar tersebut, dengan maksud agar setiap saat, jembatan tersebut dapat diledakkan melalui alat pemicu ledak.

Pada akhir bulan Pebruari 1942, tentara Jepang telah menduduki kota Medan dan pada Minggu pertama bulan maret, mereka telah sampai di Parapat. Pada waktu yang sama, tentara Belanda terus mundur melalui jembatan Porsea kea rah Selatan, pada waktu itu, setiap hari siang dan malam, rakyat Porsea menyaksikan patroli pasukan Belanda dari Porsea kearah Barat yaitu Ulubius, Lumban Manurung hingga Janjimatogu.

Pada tanggal 09 Maret 1942 sore hari antara jam 18.00 dan 19.00, rakyat janjimatogu melihat dua buah kapal yang mirip kapal karet mengapung di danau Toba,bergerak kea rah sungai Asahan. Sekitar jan 20.00, rakyat desa Lumban manurung melihat pasukan Jepang mendarat dan keluar dari kapal karet. Beberapa orang tentara Jepang berenang pada malam itu sampai dibawah jembatan dan memotong seluruh kawat-kawat penghubung dinamit. Semua itu berlangsung sebelum terdengar tembakan.

Sekitar jam 21.00 seorang patroli Belanda bersepeda motor dari arah utara tiba di Porsea dan berhenti di hadapan jembatan. Patroli ini memberi isyarat dengan lampu sepeda motornya kepada tentara Belanda di seberang jembatan dan ketika itu dia tertembak dengan letusan pertama pada malam itu. Letusan itu menjadi isyarat bagi pecahnya perang tembak menembak antara tentara Belanda dan tentara Jepang di sekitar jembatan Porsea.

Kota Porsea, Kota Teduh yang Indah

kotaporsea

Kota Porsea, sebuah nama yang sangat indah terukir dengan mesra di hati banyak insan manusia yang kini telah tersebar ke seluruh dunia. Bagaimana mungkin melupakan kota kelahiran ini?.

Anda tidak akan percaya, betapa kota ini telah bertransformasi sedemikian rupa menjadi sebuah kota dengan keunikan(?) . Kita harus membangun bersama, betapa pentingnya kita kembali ke daerah asal kita dan memberikan kontribusi nyata kepada wawasan indah ini. Kota Porsea, engkau tidak akan terlupakan.

Kita harus kembali lagi ke tempat kelahiran kita dan membangun wilayah kota menjadi tempat teduh yang indah. Tidakkah kita sadar betapa indahnya kota Porsea dan arti dari nama kota ini sendiri?. Hanya kita yang bisa menggerakkannya menjadi sebuah tempat yang benar-benar menjadi kebanggaan semua insan yang hidup di dalamnya.

Mari kita bangun azas membangun dari dalam diri kita. Mari kita berikan sumbangsih pemikiran dan usaha nyata. Mari kita mulai dengan memberikan pemikiran yang nyata dan ide-ide yang sebenar-benarnya.

——-Mari kita memberikan pendapat disini, maukah anda berpartisipasi membangun kota ini ?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.